Sengketa Pilwako Pekanbaru 2017

Dalam Keterangan Saksi, KPU Pekanbaru Lalai Tidak Menjawab Rekomendasi Panwaslu

Selasa, 01 November 2016 - 16:40:23 wib | Dibaca: 4752 kali 
Dalam Keterangan Saksi, KPU Pekanbaru Lalai Tidak Menjawab Rekomendasi Panwaslu

GagasanRiau.Com Pekanbaru - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru dianggap abai dan tidak menindaklanjuti rekomendasi Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu). Sikap abai dan tidak ada tindaklanjut oleh KPU Pekanbaru tersebut, menjadi acuan bagi tim koalisi bahwa soal kesehatan Said Usman Abdullah tidak ada masalah lagi.

Baca Saksi Ahli Nyatakan KPU Pekanbaru Langgar Hak Konstitusional Warga Negara Jegal SUA Ikut Pilwako

Hal ini menjadi acuan bagi Tim Koalisi menganggap bahwa KPU Pekanbaru tidak lagi mempersoalkan soal kesehatan Said Usman Abdullah (SUA) untuk maju sebagai Wakil Walikota mendampingi Dastrayani Bibra pada Pemilihan Calon Walikota Pekanbaru 2017 mendatang.

Hal ini terungkap saat mendengarkan keterangan saksi dalam sidang sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kota Pekanbaru di Panitia Pengawas Pemilu Selasa (1/11/2016) terkait permohonan pasangan bakal calon Dastrayani Bibra dan Said Usman Abdullah yang tidak ditetapkan sebagai calon oleh Komisi Pemilihan Umum pada tanggal 24 Oktober 2016 lalu.

Terpantau saat sidang, Komisioner Panwaslu Pekanbaru, Agung Nugroho, menanyakan keterangan dari Sekretaris Tim Koalisi yakni Zulkarnain. Panwaslu menanyakan kronologis aktivitas tim koalisi saat meminta keterangan KPU terkait kesehatan bakal calon wakil yakni Said Usman Abdullah yang dinyatakan tidak memenuhi syarat.

"Jawaban KPU atas rekomendasi Panwaslu yang menyatakan Said memenuhi syarat sampai pukul 24.00 WIB tengah malam tanggal 4 September belum dapat," kata Zulkarnain.

Untuk diketahui sebelumnya pada 30 September, KPU menyatakan Said Usman tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan pemeriksaan Rumah Sakit Arifin Achmad. KPU meminta tim koalisi melakukan pergantian bakal calon wakil.

Kemudian tim koalisi melaporkan hal itu ke Panwaslu Pekanbaru. Lalu pada 4 September malam, Panwaslu merekomendasikan Said Usman Abdullah memenuhi syarat kesehatan dan diminta KPU untuk menindaklanjutinya.

Zulkarnain dalam keterangannya di sidang mengaku sudah menanyakan ke KPU pada malam tanggal 4 September itu dan dijawab sudah menerimanya. Tapi dari KPU sendiri dia tidak mendapatkan pemberitahuan apakah akan melaksanakan rekomendasi Panwaslu itu hingga lewat batas penggantian calon yakni tanggal 4 September.

"Jawaban ke Panwaslu oleh KPU tidak diberitahukan. Apakah Said Usman memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat tidak kami terima. Makanya kami tidak lakukan penggantian. Menurut saya KPU wajib memberitahukan karena kami partai pengusung," ungkapnya.

Saksi lainnya dalam sidang ini Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Pekanbaru, Robin Hutagalung. PDIP sendiri menjadi partai pengusung bersama PPP.

Robin ketika ditanya Komisioner Panwaslu, Agung Nugroho menyampaikan dirinya sudah berkonsultasi dengan KPU Pekanbaru apa langkah selanjutnya jika Panwaslu merekomendasikan Said Usman memenuhi syarat. Menurutnya, jawaban dari KPU, penyelenggara itu wajib melaksanakannya.

Baca Juga Warga Gugat Firdaus MT, Serahkan LHKPN Terbaru Lewat Batas Waktu

"Tapi sampai pukul 01.00 dini hari pagi KPU masih pleno sampai subuh. Kalau KPU menyurati bahwa Said Usman tidak memenuhi syarat, saat malam itu juga kita siap memenuhi syarat untuk melakukan penggantian. Tapi KPU menyampaikan hanya sedang pleno saja dari malam sampai pagi," ujarnya.

Akhirnya pada 5 September hingga penetapan calon KPU Pekanbaru menyatakan Said Usman tidak memenuhi syarat sehingga pasangan yang diusung PDIP dan PPP tidak lolos sebagai calon.(ANT)

Editor Arif Wahyudi


Loading...
BERITA LAINNYA