Daerah

Program DMIJ Bangkitkan Gairah Ekonomi Pasar Desa Kemuning Tua

GagasanRiau.Com Tembilahan -  Posisi Pasar Desa Kemuning Tua, Kecamatan Kemuning, Indragiri Hilir, yang terletak persis di gerbang jalan menuju Desa Kemuning Muda menjadikan pasar tersebut selalu tumpah ruah. Apalagi memang, di Desa Kemuning Muda tak ada pasar yang berdiri disana sehingga masyarakatnya dipastikan memenuhi kebutuhan belanja dapurnya ke Pasar Kemuning Tua yang diadakan setiap Sabtu dari sore hingga malam.

"Kalau setiap pekan itu pak, dipastikan ada ribuan orang yang akan penuh sesak di pasar ini. Baik dari masyarakat desa kami sendiri maupun dari Sat Kemuning Tua sana," tutur Mukhsin, Sekretaris Desa Kemuning Tua saat dikunjungi wartawan beberapa hari yang lalu.

Ramainya pasar tersebut, jelas Mukhsin, menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat setempat. Banyak masyarakat yang turut menjadi pedagang disana dan tentu membuat geliat ekonomi desa semakin baik.

"Bahkan pedagang yang datang banyak pula dari luar daerah. Seperti dari Jambi dan Belilas," katanya.

Ramainya orang berdagang di pasar itu, terang Mukhsin, dapat pula menjadi pemasukan bagi Pemerintah Desa. Baik dari retribusi parkir yang dikutip hingga retribusi lapak (los) yang disediakan cukup baik oleh Pemerintah Desa Kemuning Tua.

"Jadi sejak tahun lalu dengan anggaran desa yang kami miliki, kami mulai membangun los disana. Ukurannya 8 x 15 meter. Tahun ini juga kami bangun satu lagi dengan ukuran yang sama. Dari sinilah kami dapat mengutip retribusi pedagang yang menjadi pemasukan desa," paparnya.

Dari situ pula, sambungnya, beberapa warga tempatan juga mendapat pekerjaan tambahan. Mulai dari juru pungut hingga juru kebersihan. "Masyarakat tentu kita libatkan. Jadi semua dapat diberdayakan hingga mendapat penghasilan tambahan," katanya.

Kedepan, ujar Mukhsin, mereka berencana membangun los tempat pedagang ikan, ayam dan daging. Dengan begitu katanya, tentu pasar yang dimiliki dapat lebih tertib dan teratur.

"Alhamdulillah, sejak dana yang dimiliki desa besar kami jadi bisa merencanakan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini tepatnya dimulai sejak Program DMIJ diluncurkan Bupati Wardan pada 2014 lalu. Sudah banyak yang kami bangun, baik pasar itu sendiri maupun perbaikan jalan-jalan desa. Senanglah bang, kalau ada duitnya. Jangan seperti dulu yang dana desa tak seberapa," ucapnya senang.

Setelah memiliki penghasilan dari retribusi pasar tersebut, ungkap Mukhsin, saat ini Pemerintah Desa Kemuning Tua juga berhasrat untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam bentuk Unit Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP). Selain bisa menjadi tambahan pengahsilan desa, katanya, dengan ini masyarakat bisa terbantu, khususnya bagi yang terbentur permodalan.

"Itulah yang kami harapkan. Dengan begitu seperti pedagang-pedagang kita, petani juga, yang terbentur modal dapat terbantu," katanya.

Tapi sayang, impian yang direncanakan dapat terselenggara tahun ini itu, tak dapat terealisasi karena bantuan keuangan dari pemerintah provinsi tahun ini tak ada.

"UED-SP itu biasanya memang menggunakan dana provinsi. Karena tak ada tahun ni makanya tak terselenggara. Mudah-mudahan tahun depan bisa berdiri karena katanya saat ini dana dari pusat sudah dibolehkan untuk itu," tandasnya.(RILIS)


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar