Daerah

LAKE Terbaik di Riau, Walikota Pesan OPD untuk Lebih Giat Benahi Pengelolaan Arsip

Pemko Pekanbaru Raih Penghargaan dari Gubernur atas LAKE Terbaik di Riau tahun 2019
GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Tahun ini, Pemerintah Kota Pekanbaru kembali meraih penghargaan Laporan Audit Kearsipan Eksternal (LAKE) terbaik tahun 2019 di Riau. Pekanbaru meraih predikat baik (88,19) dalam mengelola arsip tersebut.
 
Penyerahan penghargaan ini dilakukan pada pertemuan yang dilaksankan di Ruang Melati, Kantor Gubernur Riau. Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Perpustakan dan Kearsipan Provinsi Riau, Dr Hj Rahima Erna, menyerahkab secara langsung hasil evaluasi dan penghargaan kepada kabupaten/kota terbaik.
 
Ada tiga kabupaten/kota yang meraih penghargaan pada kegiatan tersebut, yakni Pekanbaru, Bengkalis dan Siak. Pekanbaru sebagai peraih hasil terbaik mendapatkan penghargaan yang diterima oleh Walikota Pekanbaru yang diwakili oleh Kepala Dispusip Pekanbaru, Ir Hj Nelfiyonna MSi.
 
Penghargaan terbaik di Riau ini merupakan kali kedua diterima oleh Pemko Pekanbaru secara berturut-turut sejak 2018. Selama lima tahun terakhir, Pemko juga menunjukkan progres perbaikan dalan laporan LAKE hingga saat ini meraih predikat baik.
 
"Tahun depan kita menargetkan predikat sangat baik dengan nilai di atas 90," ujar Nelfiyonna yang mewakili Walikota Pekanbaru pada kegiatan tersebut.
 
Nelfiyonna menjelaskan bahwa B (baik) yang didapatkan oleh Pemko Pekanbaru saat ini masih sama dengan tahun lalu. Namun jika dilihat dari nilai, terjadi peningkatan dari 78,02 di tahun 2018 menjadi 88,19. "Dengan nilai itu, sedikit lagi bisa saja kita meraih predikat sangat baik pada nilai 90,00," sebutnya.
 
Kadispusip Pekanbaru ini juga menjelaskan sejak beberapa tahun lalu, lembaga Kearsipan Nasional RI (ANRI) sudah melakukan penilaian terhadap penyelenggaraan kearsipan yang dilakukan oleh lembaga pemerintah mulai dari kementerian hingga pemerintah daerah. Dalam kesempatan ini, LAKE diserahkan kepada Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau. 
 
Dari hasil laporan tersebut didapat bahwa ada tiga daerah dengan nilai tertinggi yakni Pekanbaru dengan predikat Baik (88,19), Bengkalis dengan predikat Baik (76,78) dan Siak dengan predikat Baik (76,56). Sedangkan sembilan kabupaten/kota lainnya mendapatkan predikat beragam mulai dari cukup, kurang, dan buruk.
 
Pekanbaru dalam tiga tahun terakhir sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam hal laporan audit kearsipan eksternal tersebut. Pada tahun 2017 Pekanbaru mendapat predikat Buruk dengan nilai 28,64. Kemudian setelah dilakukan perbaikan, Pekanbaru mengalami percepatan perbaikan hingga saat ini menjadi terbaik di Riau.
 
Untuk tahun 2020, Nelfiyonna mengatakan bahwa Pekanbaru menghadapi tantangan yang cukup berat dalam meningkatkan penilaian LAKE. Bahkan untuk mempertahankan predikat saja cukup sulit. "Karena penilaian LAKE tahun depan akan mengikutsertakan OPD sebaka lokus penilaian di samping Lembaga Kearsipan Daerah," jelasnya.
 
Menghadapi tantangan tersebut, sambung Nelfiyonna, Pemko Pekanbaru melalui Dispusip sudah mulai melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap pembenahan dan pengelolaan kearsipan di tiap OPD. Kegiatan ini dilakukan sejak September 2019 dengan membentuk tim Audit Internal Pemko Pekanbaru yang melaksanakan kegiatannya di tiap OPD se-Pekanbaru.
 
"Hasil Laporan Audit Kearsipan Internal (LAKI) saat ini sedang dalam proses pengesahan," ujar Nelfiyonna.
 
Hal tersebut merupakan salah satu strategi untuk membenahi kearsipan yang ada di OPD di lingkup Pemko Pekanbaru. Diharapkan setelah nantinya hasil LAKI disampaikan oleh Kepala Daerah akan memacu dan memotivasi OPD membenahi pengelolaan kearsipannya masing-masing.
 
"Penghargaan yang kita terima ini juga diharapkan bisa memacu pembenahan pengelolaan kearsipan di lingkup OPD Pemko Pekanbaru," ujar Nelfiyonna menyampaikan pesan Walikota.


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar