Politik

Kerap Ditelfon Warga Soal Tarif Listrik Melonjak, Komisi IV Panggil PLN

Kerap Ditelfon Warga Soal Tarif Listrik Melonjak, Komisi IV Panggil PLN
GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Selain dihadapkan dengan ancaman penyebaran Virus Corona, masyarakat Pekanbaru juga dipojokkan dengan tarif listrik yang tiba-tiba meroket. Banyak masyarakat yang mengeluhkan tarif listrik pascabayarnya yang tiba-tiba naik tanpa ada alasan yang jelas.
 
Komisi IV DPRD Pekanbaru pun mengambil sikap dengan mengundang PLN UP3 Pekanbaru untuk mengadakan rapat dengan pendapat atau hearing. Rapat tersebut berlangsung sejak pagi hingga siang hari di DPRD Pekanbaru. Hearing tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi IV, Sigit Yuwono. Sementara dari PLN dipimpin oleh Manager PLN UP3 Pekanbaru, Himawan Susanto.
 
Dalam pemaparannya, Sigit menyebutkan bahwa rapat ini bertujuan untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang tengah terjadi di tengah masyarakat. Ia mengakui banyak pengaduan yang ia terima dari masyarakat bahwa di Juni ini tagihan listrik mereka meningkat tajam.
 
"Kita ingin mencari solusi terbaik dengan PLN. Karena banyak masyarakat yang telfon saya melaporkan kenaikan tarif listrik di luar kewajaran," sebut Sigit pada Selasa (9/6/2020).
 
Keluhan-keluhan yang diterima oleh Sigit disebutnya cukup memprihatinkan. Apalagi cukup banyak masyarakat yang terdampak Covid-19 sehingga keuangan mereka juga lumpuh. "Kami mati bukan karena Covid, pak. Tapi karena stres memikirkan tarif yang membengkak," katanya menirukan suara masyarakat.
 
Manager PLN UP3 Pekanbaru, Himawan Sutanto mengungkapkan penyebab naiknya tagihan tagihan Rekening Listrik April dan Mei dihitung menggunakan rata-rata tagihan bulan-bulan sebelumnya sehingga tidak mencerminkan pemakaian aktual. Hal ini dikarenakan petugas mengalami pembatasan jam kerja karena Covid sehingga ada penyesuaian dalam perhitungan
 
"Selama Bulan April dan Mei, Konsumsi Listrik Rumah tangga Naik karena pemberlakukan masa tanggap darurat Covid 19 dan PSBB dimana aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan dirumah, ujar Himawan.
 
Himawan beralasan tingginya tarif bulan Mei karena Konsumsi Listrik Rumah tangga meningkat karena bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan. "Pada Rekening Bulan Juni pencatatan meter sudah dilakukan secara langsung ke persil pelanggan, sehingga diperoleh angka pemakaian sebenarnya. Pemakaian yang belum terhitung pada rekening bulan April dan Mei dampak dari perhitungan pemakaian rata-rata terakumulasi ke Rekening Bulan Juni 2020," paparnya.


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar