PKB Benarkan Abdul Wahid Sampaikan Sumpah Terkait Tuduhan KPK

PKB Benarkan Abdul Wahid Sampaikan Sumpah Terkait Tuduhan KPK
(dok net)

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Ketua Dewan Syuro PKB Riau KH Abdurrahman Koharudin membenarkan surat berisi bantahan dan sumpah Abdul Wahid yang beredar di masyarakat Riau, merupakan pernyataan resmi dari ketua DPW PKB itu.

Tulisan yang beredar di publik bertuliskan tangan tersebut merupakan isi hati yang sebenarnya Abdul Wahid yang sebelumnya pernah disampaikan ke dirinya melalui istri Abdul Wahid.

"Sumpah secara lisan sudah saya dapat dari istri Abdul Wahid, tapi benar memang beliau bersumpah atas nama Allah membantah semua tuduhan itu,"ujar Abdurrahman Koharudin kepada Senin (12/1/2026).

Untuk surat bertuliskan tangan dari Abdul Wahid sendiri, memang pihaknya tidak ada menerima secara langsung dari yang bersangkutan, namun isinya secara lisan sudah didapatkan jauh hari sebelumnya.

"Karena memang keterbatasan untuk bisa menemui beliau, hanya keluarga inti yang bisa berkunjung dan UAS, UAS sudah sekali berkunjung ke sana, saya dua kali mau berkunjung tapi tidak bisa,"ujar Abdurrahman Koharudin.

Untuk saat ini lanjut Abdurrahman Koharudin yang mendampingi Abdul Wahid dalam menghadapi masalah hukumnya diserahkan ke DPP.

"Memang ada penasihat hukum dari keluarga ada namun resminya adalah DPP. Langkah hukum belum dipastikan,"jelasnya.

Karena menurut informasi yang didapat mereka dari dalam, ada juga keanehan, selain memang sudah tiga kali masa perpanjangan penahanan, Abdul Wahid juga belum pernah di BAP, kecuali saat pertama kali dulu di Riau.

"Ini sejarahnya, didiamkan kasusnya di dalam dan belum pernah di BAP,"ujar Abdurrahman Koharudin.

Sebelumnya, Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjaring Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid hingga kini belum tuntas alias masih dalam proses pengembangan oleh penyidik KPK.

Terakhir muncul tulisan surat yang berasal dari Abdul Wahid dari dalam rumah tahanan KPK.

Tulisan bertulis tangan dari secarik kertas bertinta biru, itu ditandatangani Abdul Wahid.

Adapun isi sumpah yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim
Kepada masyarakat Riau yang kami cintai karena Allah.
Wallahi
Billahi
Tallahi

1. Saya meminta maaf dan keikhlasan atas segala kesalahan dan kejadian yang Bapak/Ibu lihat dan dengar dari media;

2. Saya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan kepada saya, baik meminta fee maupun setoran kepada ASN, apalagi hingga mengancam mutasi apabila tidak diberikan;

3. Saya tidak pernah melakukan janji temu kepada siapa pun terkait serah terima uang yang dituduhkan akan ditujukan kepada saya;

4. Saya menguatkan apa yang disampaikan istri saya bahwa uang yang berada di rumah kami di Jakarta Selatan yang disita KPK merupakan tabungan untuk biaya kesehatan anak.

Jika saya berbohong atas sumpah ini, maka Allah Maha Adil.
Wamakaruu wa makarallah. Wallahu khairul maakirin.
(Tandatangan Abdul Wahid).

Surat ini beredar di banyak group WhatsApp dan media sosial di Provinsi Riau, termasuk di group alumni UIN Suska yang merupakan ketua Alumninya juga masih Abdul Wahid.

Sebagaimana diketahui, perpanjangan masa penahanan Abdul Wahid sudah masuk tiga kali masa perpanjangan setelah di OTT pada 3 November 2025 silam.(*)

#Politik

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index