Tiga Warga Tewas Diterkam Harimau , Kepala BKSDA Riau Dinilai Berkinerja Buruk


Dibaca: 473 kali 
Rabu,29 Mei 2019 - 23:53:54 WIB
Tiga Warga Tewas Diterkam Harimau , Kepala BKSDA Riau Dinilai Berkinerja Buruk Suharyono Kepala BKSDA Provinsi (sumber photo Gatra)
GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -  Jumiati, Yusri, dan yang terbaru M Amri, 32 tahun adalah korban tewas mengenaskan akibat diterkam harimau Sumatera. Mereka adalah warga di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau. Ketiganya tewas secara mengenaskan dicabik-cabik oleh sang raja hutan tersebut. 
 
Aktifis lingkungan menyatakan, semakin ganasnya Harimau Sumatera menerkam warga salah satu penyebabnya karena semakin sempitnya dan habisnya hutan dibabat dan dikuasai oleh koorporasi perkebunan.
 
Dalam analisisnya, sebuah organisasi lingkungan Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) menyatakan hal tersebut terus terjadi lantaran karena keengganan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mereviu perizinan perusahaan di Lansekap Kerumutan.
 
Selain itu juga Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau dinilai berkinerja buruk dan tidak menunjukan hasilnya dalam upaya pencegahan.
 
"Kejadian terus berulang dan tindakan massif pencegahan dari BKSDA tak kelihatan hasilnya" kata Made Ali Koordinator Jikalahari kepada Gagasan Selasa malam (28/5/2019).
 
Oleh sebab itu tegas Made, Menteri LHK Siti Nurbaya perlu melakukan evaluasi kinerja terhadap Kepala BKSDA Provinsi Riau Suharyono.
 
"Perlu dievaluasi kinerja Kepala BKSDA Riau termasuk Dirjen KSDA KLHK" ujarnya.
 
Made juga menyarankan agar Menteri LHK perlu membentuk tim khusus untuk menghentikan harimau menerkam warga kembali.
 
"Salah satu caranya reviu izin AMDAL dan lingkungan perusahaan HTI dan sawit di lansekap Kerumutan" terang Made.
 
Pada berita sebelumnya Made juga menegaskan, tewasnya Amri pihak yang paling yang paling bertanggungjawab adalah grup perusahaan APP dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
 
Amri tewas diserang harimau di kanal sekunder 41 PT Riau Indo Agropalma (PT RIA), anak perusahaan Asia Pulp & Paper (APP) Grup.
 
Kemudian Jumiati dan Yusri juga meninggal di terkam harimau saat sedang bekerja di PT Tabung Haji Indo Plantation pada Januari dan Maret 2018. PT THIP merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berafiliasi dengan Wilmar Grup.
 
“Kematian para korban tidak seharusnya terjadi jika Pemerintah melakukan evaluasi perizinan di Lansekap Kerumutan yang menjadi habitat Harimau Sumatera,” kata Made.
 
Dan kembali Made menegaskan bahwa kinerja BBKSDA Provinsi Riau perlu dilakukan evaluasi karena kematian diterkam harimau ini berulang di lokasi yang sama.
 
 
Sementara itu dilain pihak, Suharyono Kepala BKSDA Provinsi Riau saat dikonfirmasi terkait kritik Jikalahari menanggapi santai. "Monggo saja kalo mau di evaluasi mas" kata dia melalui pesan aplikasi Whatsapp Selasa malam (28/5/2019)
 
Dia juga tidak banyak bicara saat dimintai kembali tanggapan soal kinerja BKSDA Riau yang dinilai gagal melakukan upaya pencegahan dari serangan harimau sumatera tersebut.
 
"Apa yang perlu ditambahkan mas ?. .Saya kok merasa gak perlu nanggapi ya. Matur nuwun" tulis dia.
 
Reporter Nurul Hadi
Editor Arif Wahyudi

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker