Pendidikan

Cegah Stunting, KUKERTA UNRI Data Ibu Postpartum di Kelurahan Sri Meranti

Foto bersama Mahasiswa dengan Kader Kesehatan usai melaksanakan pendataan Ibu postpartum di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Abdimas Universitas Riau (UNRI) melakukan pendataan Ibu postpartum atau ibu yang baru saja melahirkan.

Pendataan yang dilakukan mahasiswa kedokteran dan keperawatan tersebut dalam rangka mencegah kasus stunting di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Ini sebagai bentuk pengabdian kami selaku mahasiswa dalam upaya mencegah kasus stunting di Kelurahan Sri Meranti," kata Ketua Tim KUKERTA Terintegrasi Abdimas, Muhammad Heriadi Ramadan, Sabtu (6/8).

Dikatakannya, pendataan itu berkoordinasi dengan seluruh Kader Kesehatan Kelurahan Sri Meranti. Selanjutnya secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan, dan menanggulangi berbagai permasalahan yang dialami ibu postpartum.

"Sebagai perwujudan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu postpartum untuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting," terangnya.

Lebih lanjut Muhammad Heriadi Ramadan menerangkan, pendataan ibu postpartum yang ada di RW 01, RW 05, dan RW 06 Kelurahan Sri Meranti sebanyak 30 responden. Mereka diberi pengetahuan mengenai konsep postpartum, teknik dan pelekatan menyusui yang tepat.

"Agar mereka mengetahui konsep postpartum, serta mengetahui kondisi kesehatan ibu postpartum, dapat diberdayakan untuk memberikan ASI eksklusif secara tepat kepada bayi untuk mencegah penyakit gizi buruk,” paparnya.

Selain itu, papar Heri, potensi perikanan di Kelurahan Sri Meranti cukup besar, sehingga ibu postpartum diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi selama nifas dan menyusui dengan pemanfaatan potensi perikanan yang ada. 

"Dengan mengkonsumsi ikan dapat memperbaiki komposisi makanan ibu postpartum agar menjadi lebih baik dan mejadi upaya dalam pencegahan stunting," paparnya lagi.

Kegiatan ini juga, sambungnya, sangat memberikan banyak manfaat terkhusus bagi mahasiswa karena dapat melakukan praktik langsung terhadap para ibu postpartum, memahami kendala dan permasalahan yang dialami ibu postpartum, serta dapat menambah pengalaman dan wawasan dalam melayani masyarakat dalam bidang kesehatan.

Salah satu Kader Kesehatan mengatakan bahwa selain memberikan intervensi terkait masalah ibu postpartum dan melakukan pemeriksaan kesehatan, kegiatan yang dilakukan Tim KUKERTA juga membantu menyadarkan tentang pentingnya menjaga kesehatan terutama kesehatan fisik dan mental selama masa nifas dan menyusui.

Kader Kesehatan sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KUKERTA tersebut, karena bisa memberikan pemahaman dengan melakukan sosialisasi dan mengajak ibu postpartum untuk tetap melakukan pola hidup sehat seperti menjaga kebugaran fisik, menjadikan keluarga sebagai support sistem, menjaga kesehatan mental, dan menjaga waktu tidur. 

“Kami sangat mengapresiasi, semoga kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada ibu-ibu yang baru melahirkan, agar bisa menjaga pola makan dan mengkonsumsi ikan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin," pesannya.

Untuk diketahui, Mahasiswa yang tergabung dalam Tim KUKERTA Terintegrasi Abdimas ini adalah Muhammad Heriadi Ramadan (Pendidikan Dokter), Muhammad Ihsan (Pendidikan Dokter), Luthi Pratiwi (Ilmu Keperawatan), Sarifah Chalisha (Ilmu Kelautan), Putri Nabila (Ilmu Keperawatan), Rukit Altan Pinari (Ilmu Keperawatan), Denisa Dwi Lutfiah (Ilmu Kelautan), Adhita Fiky Fahira (Ilmu Kelautan), Muhammad Mardi (Sosiologi), dan Esti Nur Rahayu (Ilmu Kelautan). Mereka semua dibawah bimbingan oleh Ns. Yulia Irvani Dewi, M.Kep., Sp.Mat dari Departemen Maternitas Fakultas Keperawatan.


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar