Skandal Makan Bergizi Gratis di Riau: Salak Busuk dan Berulat Ditemukan dalam Paket Siswa SMAN 7 Pekanbaru!

Skandal Makan Bergizi Gratis di Riau: Salak Busuk dan Berulat Ditemukan dalam Paket Siswa SMAN 7 Pekanbaru!
Kondisi salak yang berulat program MBG Prabowo Subianto di SMAN 7 Pekanbaru

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi pemenuhan gizi nasional justru mencatatkan rapor merah di lapangan.

Pasalnya, seorang siswa di SMA Negeri 7 Pekanbaru, Riau, menemukan buah salak dalam kondisi busuk dan berulat di dalam paket MBG yang dibagikan pada Senin (10/3/2026)

Temuan menjijikkan tersebut terekam dalam sebuah video yang kini beredar luas.

Video itu memperlihatkan detik-detik saat seorang siswa mengupas buah salak dari paket makanan tersebut.

Namun, alih-alih mendapatkan buah segar, bagian dalam salak tampak telah menghitam, membusuk, dan dihuni ulat.

Isi Paket: Telur Puyuh Hingga Buah Berulat

Salah seorang siswa SMAN 7 Pekanbaru, sebut saja namanya Dopa (bukan nama sebenarnya), memberikan kesaksian bahwa paket MBG tersebut dibagikan kepada siswa kelas XII pada hari yang sama.

Dia merinci isi paket makanan yang diterima para siswa saat itu.

“Isinya waktu itu telur puyuh empat butir, satu buah salak, dan satu kue bolu kemojo,” ujar Dopa saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026) dikutip dari goriau.

Menurut Dopa, kondisi buah yang tidak layak konsumsi itu baru diketahui saat siswa mencoba mengupasnya untuk dimakan.

"Pas dikupas ternyata di dalamnya sudah busuk dan ada ulatnya," tuturnya lagi.

Mirisnya, Dopa menegaskan bahwa paket MBG tersebut adalah jatah untuk satu hari pada Senin lalu, bukan merupakan pembagian rapelan beberapa hari sekaligus yang mungkin memicu kerusakan makanan.

Pejabat dan Kepala Sekolah Kompak Bungkam

Temuan ini menjadi sinyal kuat lemahnya pengawasan standar keamanan pangan dalam distribusi program MBG di wilayah Riau. 
Namun, upaya konfirmasi terhadap pihak-pihak bertanggung jawab justru membentur tembok tinggi.

Tim redaksi telah mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMAN 7 Pekanbaru, Amri, melalui WhatsApp pribadinya, namun pesan tersebut masih belum berbalas.

Setali tiga uang, sikap tutup mulut juga ditunjukkan oleh otoritas yang lebih tinggi. Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi Wilayah Riau, Kepri, dan Sumbar, Syarti Widya, hingga kini belum memberikan respon atas pesan konfirmasi yang disampaikan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak penyelenggara MBG terkait temuan salak berulat tersebut.

Bungkamnya pihak otoritas di tengah temuan pangan tak layak ini semakin mempertebal keraguan publik atas akuntabilitas dan keamanan program Makan Bergizi Gratis yang menelan anggaran besar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index