GAGASANRIAU.COM, BENGKALIS - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih terus dilakukan terhadap satu orang anak buah kapal (ABK) KM Makmur Jaya 89 yang diduga terjatuh ke laut di Perairan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.
Hingga hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pekanbaru pada Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 13.50 WIB. Kecelakaan kapal tersebut dilaporkan terjadi sehari sebelumnya, Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, di sekitar perairan Bengkalis.
Kronologi kejadian bermula saat korban bersama salah seorang ABK bernama Muslim terbangun dari tidur sekitar pukul 11.55 WIB. Korban kemudian meminta tepung untuk memasak.
Saat Muslim pergi mencari tepung dan kembali ke kabin, korban sudah tidak berada di tempat. Pencarian dilakukan oleh seluruh ABK di atas kapal, namun korban tidak ditemukan dan diduga terjatuh ke laut.
Korban diketahui bernama Rapat, laki-laki berusia 38 tahun, beralamat di Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau. Hingga kini, korban masih berstatus Dalam Pencarian (DP).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti yang berjumlah empat personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada 5 Januari 2026 pukul 14.10 WIB.
Tim menempuh jarak sekitar 29 mil laut dengan estimasi waktu tempuh sekitar dua setengah jam dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 16.40 WIB.
Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan melakukan pencarian serta penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Meranti.
Namun hingga pukul 18.00 WIB di hari pertama dan kedua pencarian, hasil masih nihil dan operasi dihentikan sementara untuk dilanjutkan keesokan harinya.
Pada hari kedua pencarian, Selasa, 6 Januari 2026, Tim SAR Gabungan kembali melakukan briefing dan melanjutkan operasi sesuai Rencana Operasi (Ren Ops) H2 dengan memperluas area pencarian berdasarkan koordinat yang telah ditentukan. Upaya pencarian kembali dihentikan pada sore hari karena belum membuahkan hasil.
Memasuki hari ketiga, Rabu, 7 Januari 2026, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian sesuai Ren Ops H3 dengan area penyisiran yang lebih luas. Pihak SAR juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat, sembari mengimbau agar seluruh pihak yang terlibat tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung.(*)