GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengajak seluruh masyarakat Riau untuk tetap tenang dan menahan diri menyikapi beredarnya surat berisi sumpah yang diklaim berasal dari Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.
Ia menekankan pentingnya kehati-hatian serta meminta publik meninjau terlebih dahulu kebenaran sumber dan konteks surat tersebut.
“Perlu diteliti dulu, apakah benar itu dari Pak Wahid dan apa maksudnya. Jangan sampai masyarakat terpancing emosi oleh informasi yang belum jelas duduk perkaranya,” ujar
Taufik Ikram Jamil, menanggapi maraknya perbincangan surat tersebut di media sosial dan grup percakapan daring.
Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid hingga kini masih dalam proses penyidikan dan pengembangan.
Belum ada putusan hukum tetap, sementara penyidik KPK terus mendalami perkara yang terjadi pada awal November 2025 lalu.
Di tengah proses hukum yang berjalan, beredar sebuah surat bertulis tangan yang disebut berasal dari Abdul Wahid dari dalam rumah tahanan KPK.
Surat tersebut ditulis di secarik kertas dengan tinta biru dan ditandatangani langsung oleh Abdul Wahid, serta memuat pernyataan sumpah yang ditujukan kepada masyarakat Riau.
Dalam surat itu, Abdul Wahid menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai pemberitaan yang berkembang.
Ia juga bersumpah tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan kepadanya, termasuk meminta fee atau setoran kepada aparatur sipil negara (ASN), maupun mengancam mutasi jabatan.
Selain itu, Abdul Wahid menegaskan tidak pernah melakukan janji temu terkait dugaan serah terima uang sebagaimana yang disangkakan penyidik.
Ia juga menguatkan pernyataan istrinya bahwa sejumlah uang yang disita KPK di rumah mereka di Jakarta Selatan merupakan tabungan keluarga untuk biaya kesehatan anak.
Surat tersebut kini beredar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial di Provinsi Riau, termasuk di grup alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Diketahui, Abdul Wahid hingga saat ini masih menjabat sebagai Ketua Alumni UIN Suska Riau.
Pengurus Alumni UIN Suska Riau, Rinaldi, yang juga sahabat dekat Abdul Wahid, membenarkan keaslian surat tersebut. Ia menyebut surat itu ditulis sekitar November 2025, namun baru sekarang beredar ke publik.
“Suratnya memang dari Abdul Wahid. Selain ini, sudah banyak surat lain yang ia titipkan kepada sahabat-sahabatnya,” ujar Rinaldi.
Sementara itu, masa penahanan Abdul Wahid telah diperpanjang hingga tiga kali sejak ditangkap KPK pada 3 November 2025 lalu.(*)