Detik-Detik Anak Temukan Ibu Muda Tewas Dibacok di Kampar: Pelaku Beraksi Saat Salat Jumat, Barang Korban Raib

Detik-Detik Anak Temukan Ibu Muda Tewas Dibacok di Kampar: Pelaku Beraksi Saat Salat Jumat, Barang Korban Raib
Foto ilustrasi (Unplash.com)

GAGASANRIAU.COM, KAMPAR -- Misteri kematian Yunita (35), pengumpul brondolan sawit di Desa Sialang Kubang, Kampar, perlahan tersingkap lewat kesaksian memilukan sang putra.

Yunita dipastikan tewas dengan tiga luka bacok mendalam di bagian kepala setelah diserang perampok di gubuk tempatnya mencari nafkah, tepat saat suasana sedang sepi di waktu Salat Jumat.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dilaporkan masih terus mendalami kasus ini, namun belum ada rilis resmi mengenai identitas pelaku yang tega menghabisi nyawa ibu dua anak tersebut.

Pesan Terakhir Sebelum Tragedi

Supriyanto, Kepala Desa Sialang Kubang, membeberkan kronologi detik-detik sebelum korban ditemukan tak bernyawa. Ironisnya, sesaat sebelum kejadian, Yunita masih sempat mengirimkan pesan singkat kepada putranya, Gilang, seorang pelajar kelas XI SMK yang selama ini membantunya bekerja.

Dalam pesan tersebut, korban meminta sang putra untuk datang ke gubuk lebih cepat dari biasanya. Namun, takdir berkata lain.

Saat Gilang tiba di lokasi usai melaksanakan Salat Jumat, ia justru mendapati sang ibu sudah tergeletak bersimbah darah di dalam gubuk yang terletak di tengah perkebunan sepi tersebut.

"Namanya pas Salat Jumat, di lokasi lagi sepi sekali," ujar Supiyanto, Senin (9/3).

Perjuangan Gilang Menyelamatkan Sang Ibu

Melihat kondisi ibunya yang kritis, Gilang berusaha keras melakukan penyelamatan.

Dia menggunakan mobil pikap, melarikan tubuh ibunya ke Puskesmas Pembantu (Pustu) terdekat. Meski bidan desa sempat mendapati denyut nadi korban, namun keterbatasan alat medis memaksa korban dirujuk ke RS Pelita.

"Sampai di rumah sakit, dokter menyampaikan korban sudah tidak bernyawa," ungkap Supiyanto.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kekejaman pelaku, terdapat tiga luka bacokan di bagian atas kepala korban dengan kondisi luka yang sangat dalam.

Modus Perampokan: Dompet dan HP Raib

Dugaan motif perampokan semakin menguat. Pelaku dilaporkan menggasak handphone dan dompet milik korban yang berisi uang serta kunci sepeda motor.

Namun, pelaku tampaknya terburu-buru sehingga meninggalkan sepeda motor korban yang terparkir di dekat gubuk.

Aksi ini diduga kuat telah direncanakan dengan memanfaatkan momentum sepinya kawasan perkebunan jalan SP 3 PIR saat warga laki-laki sedang melaksanakan ibadah di masjid.

Desakan Penangkapan Pelaku

Kejadian ini menyisakan trauma mendalam bagi Gilang dan keluarga yang ditinggalkan. Pihak pemerintah desa mendesak kepolisian tidak hanya sekadar melakukan olah TKP, tetapi segera menangkap pelaku yang hingga kini masih berkeliaran.

"Semoga kasus ini terungkap sejelas-jelasnya, supaya tau siapa pelakunya. Pelakunya juga agar dihukum setimpal," tegas Supiyanto.

Masyarakat Kampar, kini menanti keberanian Polres Kampar untuk segera merilis perkembangan kasus ini secara transparan.

Keamanan warga di area perkebunan kini berada di titik nadir selama pelaku pembacokan sadis ini belum diringkus.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index