GAGASANRIAU.COM, KAMPAR -- Akhirnya, tabir gelap yang menyelimuti kasus kematian tragis seorang wanita di Desa Sialang Kubang, Kecamatan Perhentian Raja, Kampar, mulai tersingkap.
Di tengah sikap bungkam pihak kepolisian terkait perkembangan kasus ini, identitas korban akhirnya terungkap ke publik sebagai seorang ibu rumah tangga yang sedang berjuang menafkahi keluarga.
Dimana, korban teridentifikasi bernama Yunita (35), seorang ibu dua anak yang tewas mengenaskan dengan luka bacok di bagian kepala pada Jumat (6/3).
Ironisnya lagi, hingga tiga hari pasca-kejadian, aparat penegak hukum dilaporkan belum memberikan pernyataan resmi terkait pengejaran pelaku maupun motif pasti di balik aksi sadis tersebut.
Bekerja di Tengah Sepinya Kebun Sawit
Supriyanto, Kepala Desa Sialang Kubang, membeberkan bahwa Yunita merupakan sosok pekerja keras. Almarhumah sehari-hari menggantungkan hidup dengan mengumpulkan brondolan kelapa sawit untuk dijual ke pabrik.
Demi kelancaran usahanya, Yunita bahkan mendirikan gubuk kecil sebagai tempat pengumpulan brondolan di jalan SP 3 PIR, sebuah lokasi terpencil di tengah perkebunan sawit milik warga.
"Gubuk itu menumpang di kebun milik warga. Korban dibantu putranya menjalankan usaha yang sudah berjalan sekitar satu tahun," ujar Supiyanto, Senin (9/3).
Tragedi Saat Suami Pulang Kampung
Peristiwa berdarah ini terjadi di saat perlindungan terhadap korban sedang minim. Suami Yunita dilaporkan tengah berada di Pulau Jawa untuk pulang kampung saat sang istri dihabisi secara keji di gubuk tempatnya mencari nafkah.
Supiyanto menegaskan bahwa Yunita adalah warga yang memiliki rekam jejak sosial yang sangat baik.
"Orangnya baik. Sosialisasinya baik. Almarhumah dikenal giat bekerja mencari nafkah," tambahnya.
Desakan Transparansi Kepolisian
Terungkapnya sosok Yunita sebagai warga sipil yang ulet dan baik hati kian memicu gelombang desakan dari masyarakat agar Polres Kampar segera memecah kebuntuan informasi.
Fakta bahwa seorang ibu muda bisa dihabisi dengan bacokan di kepala di wilayah perkebunan warga menunjukkan adanya ancaman keamanan yang nyata.
Bungkamnya pihak kepolisian hingga saat ini menjadi catatan kritis bagi publik.
Masyarakat mempertanyakan sejauh mana proses penyelidikan telah berjalan dan mengapa belum ada titik terang terkait pelaku perampokan dan pembunuhan sadis ini.
Saat ini publik menanti langkah nyata dari aparat penegak hukum untuk segera meringkus pelaku dan memberikan rasa aman bagi warga
Desa Sialang Kubang yang kini dibayangi ketakutan akibat aksi kriminalitas yang semakin liar di area perkebunan.