GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU, — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersiap meluncurkan kanal pengaduan terpadu bertajuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman.
Layanan ini didesain sebagai solusi satu atap untuk merespons berbagai persoalan warga dan kebutuhan layanan kedaruratan secara instan.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengungkapkan bahwa pembentukan TRC Pekanbaru Aman bertujuan untuk memangkas birokrasi koordinasi dalam penanganan masalah di lapangan. Kanal ini akan menyatukan berbagai instansi lintas sektoral dalam satu sistem respons.
"Ini sistem satu atap. Di bawahnya tergabung TNI, Polri, dan unsur Pemko Pekanbaru," ujar Agung Nugroho di Pekanbaru, Kamis (19/2/2026).
Integrasi Lintas Instansi
Kekuatan utama dari TRC Pekanbaru Aman terletak pada kolaborasi dinas teknis dan instansi vertikal. Agung merinci, unsur Pemerintah Kota yang tergabung meliputi Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas LHK, hingga BPBD.
Tak hanya internal pemerintah daerah, layanan ini juga menggandeng pihak eksternal yang vital bagi kebutuhan harian warga.
"Ada juga PLN di dalamnya. Sehingga ketika warga menelpon call center ini, akan ada reaksi cepat untuk berkoordinasi dari berbagai dinas atau instansi yang tergabung," jelas Agung.
Solusi Tantangan Kota
Lahirnya TRC Pekanbaru Aman diharapkan menjadi jawaban atas tantangan perkotaan yang semakin kompleks, mulai dari gangguan keamanan, bencana alam, masalah sampah, hingga gangguan infrastruktur publik seperti listrik dan jalan.
Masyarakat Pekanbaru nantinya cukup mengingat satu nomor call center untuk mendapatkan bantuan dari berbagai instansi tanpa harus menghubungi dinas terkait satu per satu.
"Wako berharap dengan diluncurkannya TRC Pekanbaru Aman nantinya, bisa menjawab tantangan dari persoalan yang dialami warga Kota Pekanbaru," tutupnya.
Hadirnya inovasi ini diprediksi akan meningkatkan response time pemerintah dalam menangani aduan masyarakat, sekaligus memperkuat koordinasi antara kepolisian, militer, dan pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas Kota Bertuah.