Kemacetan Abadi di Sudirman: Pasar Buah Pekanbaru Kebal Aturan, Parkir Berlapis Kian Menjadi

Kemacetan Abadi di Sudirman: Pasar Buah Pekanbaru Kebal Aturan, Parkir Berlapis Kian Menjadi
Petugas Dishub Pekanbaru saat mengecek parkir berlapis di Pasar Buah Pekanbaru

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU, — Penampakan ruas utama Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru kembali menjadi saksi bisu betapa lemahnya wibawa aturan di hadapan penguasa ekonomi lokal.

Adalah, kawasan Pasar Buah Pekanbaru yang selalu menjadi momok menjengkelkan pengguna jalan, lagi-lagi menuai kecaman publik akibat parkir kendaraan pengunjung yang dibiarkan berlapis hingga memakan badan jalan, seolah pemilik usaha "kebal hukum" terhadap kelancaran arus lalu lintas kota.

Meski keluhan masyarakat telah memuncak, aktivitas parkir liar yang memicu penyempitan jalur ini terus berlangsung tanpa sanksi tegas yang memberikan efek jera.

Pemilik usaha terkesan menutup mata atas dampak kemacetan panjang yang merugikan ribuan pengguna jalan setiap harinya.

Ketegasan yang Dipertanyakan

Merespons kegaduhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru, Rafit Dwi Febri, mengklaim pihaknya tengah memaksimalkan pengawasan. Namun, langkah ini dinilai publik terlambat dan hanya bersifat reaktif.

"UPT Parkir memaksimalkan pengawasan, terutama di titik-titik rawan macet seperti Pasar Buah. Apalagi saat memasuki bulan puasa, aktivitas masyarakat meningkat. Kami pastikan pengaturan parkir berjalan tertib," ujar Rafit, Kamis (26/2).

Ironisnya, meski petugas dikerahkan untuk menegur juru parkir, pemandangan kendaraan yang "memakan" aspal jalan protokol tersebut tetap menjadi pemandangan harian.

Publik mempertanyakan mengapa tidak ada tindakan administratif yang lebih keras, seperti penyegelan sementara atau denda besar kepada pemilik usaha yang gagal menyediakan fasilitas parkir memadai.

Mendekati Lebaran, Ancaman Lumpuh Kian Nyata

Memasuki momentum Ramadan dan menjelang Idulfitri, volume kendaraan di Jalan Sudirman diprediksi akan melonjak drastis. 
Jika praktik parkir berlapis di depan Pasar Buah tidak segera dihentikan dengan tindakan represif, urat nadi transportasi Pekanbaru terancam lumpuh total.

Selama ini, pemilik usaha seolah dibiarkan menikmati keuntungan ekonomi tanpa mempedulikan biaya sosial berupa kemacetan dan risiko kecelakaan bagi pengendara lain.

Ketegasan Dishub kini tengah diuji: apakah berani menindak aktor utama di balik parkir semrawut ini, atau sekadar memberikan teguran formalitas kepada juru parkir di lapangan?.

Evaluasi intensif yang dijanjikan UPT Parkir harus segera melahirkan solusi konkret, bukan sekadar "citra pelayanan profesional" di atas kertas, sementara warga tetap terjebak macet di jantung kota.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index