GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Seperti biasa memasuki Provinsi Riau kembali bergelut dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di awal tahun ini.
Untuk merespons situasi yang semakin kritis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan bantuan dua unit helikopter patroli untuk memperkuat pengawasan udara di wilayah tersebut.
Kabar terbaru, dua armada disiagakan adalah helikopter tipe Bell 206 B3 (Reg PK-FPA) dan Bell 206 L4 (Reg PK-ZGK).
Saat ini, kedua burung besi tersebut telah mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
"Keduanya sudah berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Riau, Jim Gafur, mewakili Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal.
Fokus Pantau Titik Api
Pengerahan helikopter ini bukan tanpa alasan. Fungsi utamanya adalah melakukan patroli intensif di zona-zona merah yang rawan terbakar.
Jika dalam pantauan udara terdeteksi kepulan asap atau titik api, tim di udara akan langsung memberikan laporan seketika (real-time).
"Jika ditemukan titik api saat dilakukan patroli, maka akan langsung dilaporkan guna ditindaklanjuti oleh tim gabungan untuk dilakukan pemadaman," tegas Jim.
Sebelum pengiriman helikopter ini, BNPB sebenarnya telah mengupayakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan, terutama di wilayah pesisir Riau yang mulai mengalami kekeringan ekstrem.
11 Daerah Terpungung Api, Ribuan Hotspot Terdeteksi
Kondisi di lapangan menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data BPBD, karhutla telah merambah 11 kabupaten dan kota di Bumi Lancang Kuning dengan total luasan mencapai 1.161,64 hektare.
Kabupaten Pelalawan tercatat menjadi wilayah terdampak paling parah dengan luas lahan terbakar mencapai 681,5 hektare. Disusul Bengkalis seluas 228,51 hektare, dan Siak 65,32 hektare.
Berikut rincian sebaran wilayah terdampak:
- Pelalawan: 681,5 Ha
- Bengkalis: 228,51 Ha
- Siak: 65,32 Ha
- Inhil: 64,70 Ha
- Kampar: 38,45 Ha
- Dumai: 34,12 Ha
- Pekanbaru: 17,45 Ha
- Kep. Meranti: 13,40 Ha
- Rohil: 12 Ha
- Kuansing: 3 Ha
- Inhu: 2,7 Ha
Ironisnya, dari total luasan tersebut, tim pemantau mencatat munculnya 1.974 titik panas (hotspot) yang tersebar di berbagai titik.
Kolaborasi di Garis Depan
Meski situasi tampak mengepung, Jim mengklaim bahwa sebagian besar titik api di wilayah-wilayah tersebut saat ini sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan.
Operasi pemadaman ini melibatkan kerja sama lintas sektor yang melibatkan BPBD kabupaten/kota, personel TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga pihak swasta/perusahaan.
"Laporan dari masing-masing daerah karhutla di wilayah sudah bisa ditangani," pungkasnya.