GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bergerak cepat memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas di berbagai ruas jalan nasional yang membelah wilayah Riau.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan pengendara sekaligus menekan angka kecelakaan maut di jalan raya saat arus mudik Lebaran 2026.
Andi Yanto, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, melalui Kepala Bidang Angkutan Jalan, Onki Hertawan, mengungkapkan terdapat beberapa jalur utama yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Ancaman ini tersebar merata di Jalur Lintas Barat, Lintas Selatan, Lintas Timur, hingga Lintas Utara.
Lintas Barat: 'Adu Kambing' dan Tanah Labil
Jalur Lintas Barat yang menjadi urat nadi penghubung Riau dengan Sumatera Barat menjadi salah satu yang paling krusial.
Dan berdasarkan data Dishub Riau mencatat sedikitnya enam titik maut di jalur ini.
"Di jalur Lintas Barat yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat, terdapat enam titik rawan kecelakaan. Salah satunya berada di KM 22 Jalan Raya Pekanbaru - Bangkinang," tegas Onki Hertawan, Selasa (10/3/2026) dikutip dari CAKAPLAH.
Pada ruas KM 22, Onki memaparkan kendaraan cenderung melaju dengan kecepatan tinggi dan sering terjadi kecelakaan fatal akibat kendaraan yang berlawanan arah.
Tak hanya itu, titik rawan lainnya mengintai di KM 27 Kecamatan Tambang, KM 53, KM 62, dan KM 93 yang didominasi tikungan tajam dan tanjakan curam.
Kekhawatiran bertambah pada ruas Bangkinang menuju perbatasan Sumbar, tepatnya di KM 79 dan KM 81.
Kondisi tanah yang labil kerap memicu bahaya saat hujan deras mengguyur.
Sementara di KM 89 Desa Pulau Godang, kawasan tersebut masuk zona merah rawan longsor.
Lintas Selatan dan Timur, Tikungan Tajam dan Marka Buram
Bergeser ke Lintas Selatan Kuantan Singingi, Dishub mencatat lima titik rawan di antaranya KM 13, KM 33, dan KM 75.
Ancaman di jalur ini berasal dari kombinasi mematikan: tikungan tajam, jarak pandang terbatas, serta kondisi marka jalan yang nyaris tak terlihat.
Kawasan Lipat Kain, Kampung Pinang, Lipat Kain Selatan, dan Sungai Pagar menjadi titik pantauan utama.
Sementara itu, Jalur Lintas Timur mencatatkan jumlah titik rawan terbanyak dengan sembilan lokasi. Pemudik diminta waspada ekstra di KM 59,3, Tugu Patin Pematang Reba, Simpang Beringin, Sorek I perbatasan Indragiri Hulu, hingga Simpang Pangkalan Kasai.
Kerawanan di sini dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat, tikungan "buta", dan kondisi jalan menanjak.
Untuk Lintas Utara menuju Sumatera Utara, Dishub Riau juga mengidentifikasi sembilan titik rawan kecelakaan yang tersebar di sepanjang ruas jalan nasional tersebut.
Faktor Manusia dan Infrastruktur Minim
Onki menjelaskan bahwa petaka di jalan raya umumnya dipengaruhi tiga faktor: kendaraan, kondisi jalan/cuaca, dan manusia.
Namun, ia menggarisbawahi kegagalan faktor manusia dan minimnya fasilitas jalan sebagai pemicu utama.
"Faktor manusia seperti kelelahan dan kelalaian masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi jalan seperti tidak adanya bahu jalan juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan," jelasnya
Dishub Riau pun mengeluarkan imbauan keras bagi seluruh pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemudik diminta memastikan kendaraan layak jalan, terutama sistem rem dan lampu, serta dilarang keras membawa muatan berlebih.
“Perhatikan kondisi kendaraan seperti rem dan lampu. Patuhi rambu-rambu lalu lintas dan jangan membawa muatan berlebihan,” ujar Onki.
Bagi pengendara sepeda motor, penggunaan helm dan kelengkapan surat kendaraan menjadi harga mati. Dishub menyarankan pemudik yang lelah untuk tidak memaksakan diri dan memanfaatkan rest area atau rumah ibadah.
"Rumah ibadah juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat. Pemudik bisa sekaligus melaksanakan salat sebelum melanjutkan perjalanan," tukas Onki mengakhiri keterangannya.