Tim Kukerta Balek Kampung Sosialisasi Pencegahan Stunting di Desa Tasik Serai

Senin, 01 Agustus 2022 - 16:15:04 wib | Dibaca: 796 kali 
Tim Kukerta Balek Kampung Sosialisasi Pencegahan Stunting di Desa Tasik Serai
Foto bersama usai menggelar sosialisasi pencegahan stunting di Aula Desa Tasik Serai pada 22 Juli 2022 lalu.

GAGASANRIAU.COM, BENGKALIS - Guna mencegah kasus stunting dan gazi buruk terhadap balita, Mahasiswa Kukerta UNRI mengadakan sosialisasi di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu yang memiliki anak balita dan ibu hamil dalam pencegahan dan penanganan stunting yang menjadi program pembangunan nasional oleh pemerintah pusat.

"Kegiatan sosialisasi stunting ini dilakukan di Aula Desa Tasik Serai yang diikuti oleh 96 masyarakat Desa Tasik Serai yang anaknya terdata sebagai anak yang tergolong stunting," kata Ketua Kukerta, Heri Siburian.

89 anak yang terdata sebagai anak terindikasi stunting, ibu-ibu hamil yang ada di Desa Tasik Serai, Ibu-Ibu PKK, Sekretaris Desa, BPD,  Perangkat-perangkat Desa Tasik Serai dan Ibu Dyan Rahmatina Aulia, S. Gz.  selaku pemateri sosialisasi ini.

Adapun isi dari pelaksanaan kegiatan sosialiasi ini adalah untuk menjelaskan persoalan stunting yang sudah menjadi persoalan menyeluruh di Indonesia saat ini, menjelaskan bagaimana  penanganan-penanganan stunting untuk mengurangi tingkat stunting khususnya di desa Tasik Serai.

"Pemateri menjelaskan bagaimana cara penanganan kasus stunting dan menjelaskan bagaimana cara mewujudkan anak-anak sehat, cerdas, dan tidak kekurangan gizi bagi ibu-ibu yang sedang mengandung maupun orang tua yang sudah memiliki bayi," paparnya.

Terlaksana sosialisasi tersebut, Heri Siburian sangat berterimakasih kepada pihak Desa Tasik Serai yang telah menyambut baik mahasiswa Kukerta serta memberikan izin untuk mengadakan sosialisasi stunting sebagai langkah mewujudkan anak-anak yang sehat dan cerdas. 

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa Tasik Serai dalam penanganan dan pencegahan stunting sejak  masih dikandungan maupun sejak bayi baru lahir. 

"Mudah-mudahan apa yang kami lakukan saat ini kedepannya dapat bermanfaat bagi warga DEsa Tasik Serai," ucap 

Selanjutnya Sekretaris Desa Tasik Serai, Edi juga berterimakasih kepada mahasiswa Kukerta yang telah meluangkan waktu membuat acara sosialisasi tersebut yang dinilai sangat baik dan bermanfaat bagi warga Desa Tasik Serai.

"Saya selaku Sekretaris Desa sangat menyambut baik dan menerima dengan senang hati sosialisasi yang diadakan oleh adik-adik Mahasiswa Ini," ucap Edi.

Edi menjelaskan kepada warga agar tidak sakit hati jika anaknya disebut menderita atau terindikasi stunting, karena pemerintah akan berupaya membantu dalam menangani dan memfasilitasi untuk memberikan berobat agar bayi tumbuh sehat.

"Tolong jangan sakit hati apabila anaknya dibilang terindikasi stunting karena kami selaku pemerintah desa akan melakukan usaha yang terbaik dalam menangani anak-anak kita yang terindikasi stunting tersebut," pesan Edi.

Diakhir kegiatan, Tim Kukerta UNRI melakukan sesi tanya jawab oleh warga kepada pemateri agar lebih memahami materi-materi yang telah disampaikan, menanyakan gejala-gejala yang terjadi pada lingkungan sekitarnya dan juga melakukan pembagian susu dan makanan bergizi bagi orang tua untuk diberikan kepada anak-anaknya.

Harapannya dengan kegiatan sosialisasi ini masyarakat desa Tasik Serai dapat mengetahui ciri, penanganan, dan pencegahan tentang stunting ini serta kasus stanting dapat berkurang dihari kedepannya sehingga terwujud anak-anak yang sehat secara jasmani maupun rohani dan memiliki otak yang cerdas.

Tim pengabdian KUKERTA Balek Kampung Gelombang 3 Universitas Riau Desa Tasik Serai 2022 berada dibawah bimbingan Ibu Selly Prima Desweni, S. E., M. E. selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) dengan beranggotakan 10 orang yakni Heri R. Siburian (Sosiologi) sebagai ketua, Itscan Sitompul (Sosiologi) sebagai wakil ketua, Claudia Beatrix Elizabeth (Manajemen Sumberdaya Perairan) sebagai sekretaris, Dira Birgita Harianja (Akuntansi) sebagai bendahara, Erwin Nababan (Teknik Elektro) dan Rira Joana ( Hubungan Internasional) sebagai HID, Yesda N.A.M Simamora (Pendidikan Ekonomi) dan Yeni Silvana Sihotang ( Agribisnis) sebagai Humas, Aulia Nova (Pariwisata) dan Lamtiar Sinaga (Pendidikan Ekonomi) sebagai kordinator lapangan.


Loading...
BERITA LAINNYA