Daerah

Disaat Langkanya Solar, SPBU di Duri Malah Jual ke Perusahaan

Foto : Mobil diduga milik PT MMP dan PT ADS saat melakukan pengisian BBM jenis bio solar (subsidi) di SPBU Jalan Rangau km 7,5 - Mandau, Selasa (19/10/2021). (Dok.Ricky/GAGASAN)

GAGASANRIAU.COM, BENGKALIS - Disaat BBM Bersubsidi jenis Solar atau Bio Solar mengalami kelangkaan di sejumlah SPBU, ada hal yang menarik terlihat di salah satu SPBU Yang ada di seputaran Duri-Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Pasalnya, SPBU Pertamina 13.287.620 yang beralamat di Jalan Lintas Duri - Rangau km 7,5 Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis ini justru melayani pengisian BBM jenis bio solar bersubsidi ke moda transportasi milik perusahaan Sub Contractor Pertamina Hulu Rokan.  

Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media dari beberapa narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya, SPBU tersebut telah menjalin kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan sebagai pemasok BBM ke alat transportasi perusahaan tersebut, dan sejauh ini jenis BBM yang di alokasikan adalah jenis bio solar yang notabene adalah BBM bersubsidi.

Guna membuktikan keterangan para narasumber tersebut, awak media melakukan pemantauan di seputaran SPBU tersebut, Selasa (19/10), dan benar saja, beberapa unit transportasi diduga milik PT MMP dan PT ADS terlihat mengisi bio solar di pompa nomor 5 yang hanya berkomposisikan BBM Pertalite dan Bio Solar, sementara unit mobil yang mengisi BBM ditempat itu adalah Mitsubishi Estrada double cabin,dan Ford Ranger Double cabin dengan jenis mesin diesel.

Karyawan atau pekerja yang mengisi saat ditanya oleh awak media mengaku tidak tau menahu akan hal tersebut, dirinya mengaku hanya mengikuti arahan atasan, "Saya kurang tau bang, saya cuma kerja sesuai arahan atasan saya." Ujar pria muda tersebut sambil berlalu pergi.

Sementara pengawas maupun humas di SPBU tersebut, diduga tidak bersedia bertemu dengan awak media, bahkan hingga berita ini dimuat tidak atau belum ada yang mengaku sebagai pengawas yang bersedia menjawab konfirmasi awak media.

Terpisah, Jono salah satu warga masyarakat yang memiliki usaha mikro menjual air minum dengan menggunakan mobil L300 mengaku terkadang kesal dengan fenomena tersebut, sebab dirinya tidak jarang-jarang harus menunggu lama di antrian apabila berada di barisan belakang mobil-mobil perusahaan yang mengisi BBM bio solar ditempat itu.

"Kadang suka jengkel juga lah bang, orang itu kalau ngisi sampai full tank, kita jadi lama nunggu nya, sementara kalau ke kita dibatasi,alasannya aturan tapi kalau orang PT dilayani penuh tangki", ungkapnya.

Pengisian BBM subsidi ke perusahaan dan minimnya pengawasan bersama terkait penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, diduga adalah bagian dari kurangnya sosialisasi Pihak Pertamina ke masyarakat secara umum, padahal sesuai Peraturan Presiden no 191 Tahun 2014 telah ditentukan siapa yang berhak menggunakan BBM bio solar bersubsidi, namun kenyataannya masih banyak SPBU-SPBU Nakal yang melaksanakan penjualan BBM subsidi tidak sesuai dengan regulasi penyaluran BBM subsidi yang semestinya.

Hingga berita ini dilansir, awak media belum bisa mengkonfirmasi pihak perusahaan. Nomor handphone pihak perusahaan yang diberikan sopir mobil belum bisa dihubungi. Awak media akan terus melakukan konfirmasi.


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar