GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU, — Di tengah hiruk-pikuk warga memburu hidangan berbuka, ancaman zat kimia berbahaya mengintai di balik warna-warni takjil yang menggugah selera. Mengantisipasi "racun" di meja makan warga, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan inspeksi mendadak (sidak) di jantung kuliner Ramadan, Kamis (19/2) sore.
Pasar takjil Jalan WR Supratman dan Jalan HOS Cokroaminoto menjadi sasaran utama intensifikasi pengawasan pangan tahun ini.
Petugas berseragam lengkap menyisir lapak demi lapak, mencari jejak empat "aktor intelektual" perusak kesehatan, Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow.
Uji Laboratorium di Lapangan
Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, menegaskan bahwa momentum Ramadan adalah masa kritis di mana aktivitas penjualan pangan melonjak drastis, yang sering kali dibarengi dengan risiko kelalaian produsen terhadap keamanan bahan baku.
"Kami ingin memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dari bahan berbahaya. Momentum ini menjadi perhatian khusus kami," ujar Alex, Jumat (20/2).
Dalam aksi tersebut, petugas mengambil 22 sampel pangan yang dicurigai secara kasat mata. Melalui rapid test kit, para penguji langsung membedah kandungan kimia di lokasi.
Hasilnya, untuk sementara warga Pekanbaru bisa bernapas lega, 22 sampel tersebut dinyatakan negatif dari zat berbahaya.
Lebih dari Sekadar Boraks: Soroti Stunting dan Antimikroba
Namun, pengawasan kali ini nampaknya lebih tajam. BBPOM tidak hanya fokus pada zat pewarna tekstil, tetapi juga mengaitkan keamanan pangan dengan isu nasional yang lebih besar, Stunting dan Resistensi Antimikroba.
Lewat kampanye "Waspada 4 Bahan Berbahaya", petugas mengedukasi pedagang bahwa pangan buruk adalah gerbang menuju stunting bagi generasi mendatang.
Masyarakat juga diperingatkan untuk tidak sembarangan mengonsumsi produk tanpa izin edar demi mencegah resistensi obat dalam tubuh.
Cek KLIK: Senjata Terakhir Konsumen
Meski hasil tes di dua pasar tersebut nihil temuan, BBPOM memperingatkan warga agar tidak lengah. Pengawasan otoritas tentu memiliki keterbatasan jangkauan dibandingkan masifnya pedagang musiman yang muncul setiap sore. Masyarakat dipaksa untuk menjadi "polisi" bagi diri sendiri melalui prinsip Cek KLIK:
- Kemasan: Pastikan tidak rusak atau penyok.
- Label: Baca informasi produk dengan teliti.
- Izin Edar: Pastikan terdaftar resmi di BPOM.
- Kedaluwarsa: Jangan ambil risiko dengan barang usang.
BBPOM Pekanbaru menegaskan akan terus melakukan pemantauan maraton selama bulan suci ini. Publik menanti, apakah konsistensi "nol temuan" ini akan bertahan hingga Idulfitri, ataukah ada oknum nakal yang nekat mencampur bahan kimia demi keuntungan sesaat di atas piring berbuka warga.