GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU — Agung Nugroho, Wali Kota Pekanbaru, bergerak cepat menerjemahkan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto terkait penataan daerah. Lewat Surat Edaran (SE) terbaru tentang Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Agung Nugroho, menginstruksikan perombakan wajah kota yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari ASN hingga sektor swasta.
Langkah ini menyusul arahan langsung Presiden dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah 2026.
"Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen melaksanakan Gerakan Indonesia ASRI secara terpadu dan berkelanjutan," tegas Agung, dikutip dari laman resmi Pemko Pekanbaru pekanbaru.go.id.
Mandat Baru: Selasa 'Bebenah', Jumat 'Resik'
Dalam SE tersebut, Agung menetapkan dua hari keramat untuk mengubah budaya kerja dan lingkungan di Pekanbaru:
- Selasa Menata: Seluruh kantor pemerintah dan swasta wajib melakukan kerja bakti dan penataan ruang kerja selama 30 menit sebelum jam operasional dimulai.
- Jumat Resik: Fokus pada area publik melalui kegiatan bersih-bersih massal yang dipadukan dengan olahraga bersama, dengan catatan tetap memprioritaskan pelayanan publik.
Target Operasi: Dari Sampah Hingga Kabel 'Hutan' Optik
Gerakan ini tidak sekadar seremonial sapu jalan. Agung membagi tugas spesifik kepada OPD untuk menyisir persoalan menahun di Pekanbaru:
- DLHK: Ditargetkan memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber dan memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH).
- Kominfo: Mendapat mandat khusus menertibkan kabel serat optik yang terpasang semrawut dan mengganggu estetika jalanan kota.
- Satpol PP: Diinstruksikan menyisir reklame, baliho, hingga poster liar yang merusak pemandangan kota.
- Dinas Kesehatan & Perhubungan: Memastikan aspek sanitasi lingkungan serta optimalisasi penerangan jalan umum (PJU) agar kota tetap aman di malam hari.
Pengawasan Ketat: Laporan Hingga ke Mendagri
Wako Agung memastikan gerakan ini bukan sekadar imbauan di atas kertas. Ia mewajibkan seluruh Kepala Perangkat Daerah hingga Pimpinan BUMD mendokumentasikan setiap aksi bebenah tersebut.
"Khusus Inspektur Daerah, saya minta laksanakan pengawasan dan penghimpunan laporan untuk kemudian dilaporkan langsung kepada Menteri Dalam Negeri," ujar Agung.
Di tingkat kewilayahan, Camat dan Lurah didapuk sebagai motor penggerak partisipasi warga. Gerakan Indonesia ASRI ini diharapkan menjadi standar baru bagi warga Pekanbaru dalam menjaga lingkungan yang tidak hanya indah dipandang, tapi juga aman dan sehat untuk ditinggali.