GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Ancaman menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriyah, Provinsi Riau kembali "berpesta" api.
Alih-alih mereda, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terus meluas hingga menghanguskan 1.375,49 hektare lahan di 11 kabupaten/kota sepanjang awal tahun 2026.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Damkar Riau menunjukkan eskalasi titik panas (hotspot) yang mengkhawatirkan mencapai 2.535 titik, dengan 226 di antaranya terkonfirmasi sebagai titik api (firespot).
Darurat di Enam Wilayah
Jim Gafur, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau, mengungkapkan bahwa saat ini enam daerah masih berjibaku dengan kobaran api aktif maupun proses pendinginan.
Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis menjadi titik krusial yang masih menunjukkan api aktif.
"Di Rohil, karhutla terjadi di Kepenghuluan Rantau Bais, Tanah Putih. Kondisinya masih ada titik api, tim sedang melakukan pemadaman dan penyekatan agar tidak meluas," tegas Jim dalam keterangannya, Selasa (17/3).
Kondisi serupa terjadi di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Bengkalis, di mana api masih sulit dijinakkan di tengah cuaca panas yang menyengat jelang lebaran.
Pelalawan Jadi 'Neraka' Karhutla
Meskipun api tersebar merata di hampir seluruh wilayah Riau, Kabupaten Pelalawan mencatatkan rekor luasan terdampak paling fatal.
Dari total luasan di Riau, hampir separuhnya berada di Pelalawan yakni mencapai 683,50 hektare.
Angka ini jauh melampaui wilayah terdampak lainnya seperti Bengkalis (324,01 Ha) dan Indragiri Hilir (104,75 Ha).
Ancaman Asap di Gerbang Idulfitri
Eskalasi karhutla di awal tahun ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan pusat.
Karhutla yang melanda Rimbo Panjang (Kampar) hingga wilayah perbatasan Kota Pekanbaru berpotensi mengganggu aktivitas mudik dan kekhusyukan ibadah lebaran jika tidak segera ditangani secara radikal.
Sejauh ini, 11 daerah telah resmi tercatat memiliki jejak api, mulai dari Dumai (48,62 Ha), Siak (81,29 Ha), hingga Pekanbaru (33,62 Ha).
Hanya satu kabupaten yang masih dilaporkan nihil karhutla dari total 12 kabupaten/kota di Bumi Lancang Kuning.