Duka di Danau Bingkuang Kampar: Saat Seremonial Lebaran Polisi Dibayar Nyawa Anggota

Duka di Danau Bingkuang Kampar: Saat Seremonial Lebaran Polisi Dibayar Nyawa Anggota
Potongan video perang mercon di Kabupaten Kampar yang telah menewaskan anggota kepolisian setempat

GAGASANRIAU.COM, KAMPAR, — Tragis memang apa yang terjadi Kabupaten Kampar ini. Seharusnya gema takbir Lebaran di Kabupaten Kampar, Riau, yang menjadi momentum kemenangan, justru berubah menjadi narasi mencekam.

Hari kemenangan umat Islam yang sudah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadan, menjadi tragedi di Jembatan Kembar Danau Bingkuang yang menewaskan seorang personel Polsek Kampar, Bripka Syarifudin.

Kondisi tersebut membuka tabir lebar mengenai rapuhnya sistem deteksi dini dan mitigasi konflik di wilayah hukum Polres Kampar.

Insiden tersebut bukan sekadar kecelakaan tugas biasa. Ini adalah potret nyata kegagalan intelijen dalam memetakan risiko tahunan yang bersifat "bom waktu".

Tradisi 'perang mercon' di wilayah tersebut bukanlah barang baru, namun pengamanan yang dilakukan terkesan hanya bersifat formalitas dan gagap saat eskalasi massa memuncak.

Baca juga : Drama Dana Umat Jembatan Polda Riau, Usai Gaduh, Polisi Klaim Anggaran Sudah Cukup dan Tolak Infak Baznas

Terlena 'Lebaran Pasti Aman'

Masyarakat setempat menyebutkan bahwa fokus pengamanan kepolisian di Kampar selama Operasi Ketupat terlalu tersedot pada aspek seremonial dan kelancaran arus mudik di Lintas Barat.

Aparat seolah terlena dengan narasi "kondusif" di atas kertas, sementara dinamika akar rumput yang melibatkan banyak massa dengan bahan peledak (mercon) justru luput dari pengawasan ketat.

"Intelijen Polres Kampar ke mana? Harusnya mereka sudah punya early warning bahwa tensi massa tahun ini berbeda. Jangan sampai pengamanan hanya gagah di pos pantau jalan raya, tapi kerawanan di titik konflik justru dibiarkan meledak," ujar Anton warga Bangkinang saat dimintai keterangan terkait video viral peristiwa tersebut Minggu pagi (22/3) melalui sambungan telepon.

.Evaluasi Total atau Copot?

Gugurnya Bripka Syarifudin saat mencoba melerai massa menjadi tumbal dari lemahnya dukungan personel dan peralatan di titik rawan.

Satintelkam Polres Kampar kini berada dalam sorotan tajam. Jika fungsi deteksi aksi berjalan, penyekatan terhadap pasokan mercon skala besar seharusnya sudah dilakukan jauh sebelum hari H.

Baca juga : Siak Berdarah Jelang Lebaran, Agen BRI Link Kritis Dibacok, Rp40 Juta Raib Dirampok

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi Kapolres Kampar. Publik kini menanti pertanggungjawaban, apakah ini hanya dianggap sebagai 'risiko jabatan', atau akan ada evaluasi total terhadap para pemangku kebijakan keamanan di Kampar yang lebih sibuk dengan laporan formalitas ketimbang fakta lapangan yang kian mencekam.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index