Darurat Karhutla Riau, 207 Titik Panas Mengepung, Kekuatan Udara Timpang

Darurat Karhutla Riau, 207 Titik Panas Mengepung, Kekuatan Udara Timpang
Tim Gabungan saat melakukan pemadaman di Wilayah Dumai

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Laporan terbaru penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan situasi yang kian kritis.

Berdasarkan pemutakhiran data yang disampaikan Kabid Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur, tercatat sebanyak 207 titik panas (hotspot) mengepung Bumi Lancang Kuning per Rabu (25/3).

Diungkapkan Jim Gafur Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah paling membara dengan sebaran 118 titik panas, disusul Pelalawan 38 titik, dan Kota Dumai 16 titik.

Sisanya tersebar di Indragiri Hilir (Inhil), Indragiri Hulu (Inhu), Rokan Hilir (Rohil), dan Siak.

Titik Api Aktif dan Asap Tebal

Dari ratusan hotspot tersebut, tim di lapangan mengonfirmasi adanya 10 titik api (firespot) yang sedang berkobar hebat dan mengeluarkan asap tebal.

Kota Dumai menjadi zona paling sibuk dengan 5 titik api, terutama di Kelurahan Mundam dan Tanjung Palas yang saat ini statusnya masih dalam pemadaman intensif.

"Kondisi di Kelurahan Mundam dan Tanjung Palas masih terdapat titik api dan asap tebal. Begitu juga di Kampung Tasik Betung, Siak," ungkap Jim Gafur melalui pesan daring yang diterima redaksi GagasanRiau, Kamis siang (26/3).

Di Kabupaten Pelalawan lanjut Jim Gafur, api terpantau masih menjilat Desa Merbau dan Desa Pulau Muda.

Baca juga : Karhutla di Siak Berkobar di 3 Kecamatan Meluas ke Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, 30 Hektare Lahan Hangus

Sementara itu, di Inhu dan Inhil, masing-masing satu titik api aktif terus diupayakan untuk dipadamkan sebelum meluas ke konsesi atau lahan warga lainnya.

Keterbatasan Armada Udara

Kritik tajam tertuju pada ketersediaan sarana operasi udara yang dinilai tidak sebanding dengan masifnya sebaran api.

Pasalnya hingga saat ini, Riau hanya diperkuat oleh satu unit helikopter water bombing bantuan BNPB untuk mengeksekusi pemadaman dari langit.

Dua unit helikopter lainnya yang tersedia milik BNPB dan Kemenhut hanya difungsikan sebagai helikopter patroli, bukan untuk pembasahan lahan yang terbakar.

"Pemadaman dari udara oleh helikopter water bombing BNPB hari ini difokuskan di Kelurahan Mundam, Dumai," jelas Jim Gafur.

Baca juga : Karhutla di Siak Api Berkobar di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil

Keterbatasan ini memaksa Satgas Karhutla harus jeli menentukan prioritas pemadaman udara, sementara titik api di kabupaten lain seperti Siak, Pelalawan, dan Inhil masih mengandalkan kekuatan darat yang sering kali terkendala akses medan gambut yang sulit ditembus.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index