Maut di Balik Jempol: Tragedi Bacokan di Rohil Jadi Alarm Keras Bijak Bermedsos

Maut di Balik Jempol: Tragedi Bacokan di Rohil Jadi Alarm Keras Bijak Bermedsos
Foto ilsutrasi (unplash.com)

GAGASANRIAU.COM, ROKAN HILIR, — Sebuah tragedi berdarah di Kepenghuluan Tanjung Sari, Rokan Hilir, menjadi pengingat kelam betapa mematikannya penyalahgunaan media sosial dan telepon pintar jika tidak dibarengi dengan kecerdasan serta etika.

Hanya karena sebuah video "joget" yang diunggah tanpa izin, nyawa seorang pria nyaris melayang di ujung parang.

Kasus penganiayaan berat ini menimpa seorang warga bernama Daim. Pelakunya tak lain adalah tetangganya sendiri, Selamat alias Memet, yang gelap mata setelah merasa dipermalukan di jagat maya.

Kronologi Dapur Berdarah

Peristiwa bermula saat istri korban, Nurliati, mendengar kegaduhan hebat dari arah dapur rumahnya, Jumat (20/2). Saat diperiksa, ia mendapati suaminya sudah terkapar bersimbah darah dengan luka bacok mengerikan di bagian kepala, bahu, leher, hingga tangan. Memet, sang pelaku, langsung melarikan diri saat aksinya dipergoki.

"Istri korban sempat mengejar sembari berteriak minta tolong sebelum warga berdatangan memberikan pertolongan," ungkap Kapolsek Pujud, AKP Boy Setiawan dikutip dari riaupos.jawapos.com.

Motif: Tak Terima Privasi Jadi Konten

Setelah menyerahkan diri ke Pos Bhabinkamtibmas, motif di balik aksi brutal Memet akhirnya terungkap.

Ia mengaku sakit hati dan tak terima karena korban diam-diam merekam aksinya saat sedang berjoget di sebuah warung, lalu mengunggahnya ke media sosial.

Bagi korban, mungkin itu sekadar lelucon digital. Namun bagi pelaku, unggahan tersebut adalah penghinaan yang merusak harga diri di ruang publik.

"Pelaku tidak senang karena korban mem-posting video ke medsos yang memperlihatkan pelaku sedang berjoget-joget di warung," jelas AKP Boy.

Pelajaran Mahal: Cerdaslah Menggunakan Smartphone

Tragedi ini menjadi potret nyata betapa "tajamnya" jempol pengguna media sosial di era digital. Ada pesan edukasi yang mendalam dari kasus ini.

  1. Pentingnya Izin (Consent): Merekam dan menyebarkan aktivitas orang lain tanpa izin bukan hanya soal etika, tapi bisa memicu ketersinggungan yang berujung tindak pidana.
  2. Bijak Mengolah Emosi: Kekerasan fisik bukan solusi atas konflik digital. Perbuatan Memet kini justru menjeratnya dalam ancaman hukuman penjara yang berat.
  3. Smartphone Bukan Alat Penghina: Gawai seharusnya digunakan untuk hal produktif, bukan alat untuk mempermalukan orang lain yang bisa berujung petaka.

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index