Daerah

800 Imigran Gelap "Numpang Hidup" Di Kota Pekanbaru

Gagasanriau.com Pekanbaru-Kota Pekanbaru menjadi kota yang nyaman bagi imigran gelap untuk menetap, pasalnya berdasarkan data yang disampikan oleh Kepala Rudenim Pekanbaru Santoso, sebanyak 800 imigran dari berbagai negara yang didominasi dari Timur Tengah berada di Kota Bertuah. "Para imigran tersebut terdiri atas 300 orang yang telah ditempatkan di Rumah Detensi Imigran (Rudenim) Pekanbaru dan 500 lainnya tersebar di beberapa tempat seperti hotel, wisma, dan perumahan di kota setempat,"ujar Santoso Jumat (6/3/2015). "Para pencari suaka yang masih menunggu penempatan di luar rudenim tercatat sekitar 500 orang. Mereka masih di hotel dan itu di bawah pengawasan antor imigrasi," katanya. Sementara itu, sebanyak 300 orang yang berada di Rudenim terdiri dari 192 laki-laki dewasa, 35 perempuan dewasa, 50 anak laki-laki, dan 23 anak perempuan. Afganistan merupakan asal imigran terbanyak, yakni 129 orang terdiri dari 61 laki-laki dewasa, 18 perempuan dewasa, 37 anak laki-laki, dan 13 anak perempuan. Dari Pakistan ada delapan laki-laki dewasa, dua perempuan dewasa, dan satu anak laki-laki. Iran imigrannya di rudenim terdiri dari 14 laki-laki dewasa, sembilan perempuan dewasa, dan masing-masing enam anak laki-laki dan perempuan. Kemudian dari Irak berjumlah empat laki-laki dewasa, lima perempuan dewasa, empat anak laki-laki, dan tiga anak perempuan. Juga ada dari Palestina masing-masing dua laki-laki dewasa dan anak laki-laki serta masing-masing juga satu perempuan dewasa dan anak perempuan. Sisanya ada dua laki-laki dewasa dari Sudan dan satu laki-laki dewasa dari Bangladesh. Santoso mengatakan memang pihaknya ada mengizinkan imigran untuk keluar. Ia menjelaskan bahwa ke-500 imigran di luar Rudenim itu akan diproses untuk ditempatkan di mana tergantung yang mana rudenim kosong. Bisa saja, kata dia, akan ditempatkan di rudenim lain di wilayah lain selain Pekanbaru. Berdasarkan pantauan, di Rudenim Pekanbaru meskipun baru menampung 300 orang sudah terlihat kapasitasinya tidak memadai. Bahkan ada Kamp imigran didirikan di lapangan futsal menggunakan terpal. Banyaknya imigran di Pekanbaru mendapat perhatian dari Komisi A DPRD Riau. Beberapa anggota, pagi ini melakukan inspeksi mendadak langsung ke lokasi. "Kami melaukan sidak untuk ingin tahu permasalahan dan mencari solusi dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Senin depan kami akan adakanrapat dengar pendapat dengan 12 lembaga terkait mengenai masalah itu," kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Riau, Abdul Vattah Harahap. Editor Brury MP sumber antara


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar