Daerah

Terkait Gaji Dipotong Paksa, Guru:"Awalnya Sukarela, Tapi Sekarang Dipaksa

Gagasanriau.com Pekanbaru-Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Zulfadil ternyata bertolak belakang dengan pengakuan dari guru, karena pemotongan gaji secara paksa tersebut bukan atas dasar sukarela dan disosialisasikan sebelumnya namun menjadi kewajiban.

Dari sumber guru yang takut namanya disebutkan menyatakan bahwa kebijakan Zulfadil ini terkesan memaksakan diri dan tanpa melalui musyawarah dan sosialisasi terlebih dahulu.

"Kita sempat melakukan protes kepada sekolah, namun kata Kepala Sekolah ini kebijakan Pak Kadis, dan sempat kita mengajukan keberatan kepada Dinas Pendidikan, tapi kita diancam akan diberikan sanksi jika terus melakukan protes"kata guru dari sebuah Sekolah Menengah Umum Pertama (SMPN) yang terus berpesan agar namanya dirahasiakan kepada Gagasanriau.com melalui telepon genggamnya Senin pagi (12/1/2015).

Diakuinya lagi, pernyataan Zulfadil mengatakan bahwa jumlah yang menolak itu hanya 80 orang itu tidak benar, karena sebelumnya sudah dilakukan ancaman hingga para guru merasa ketakutan karena akan berpengaruh terhadap karir mereka jika terus memprotes.

"Itu kan karena diancam akan diberikan sanksi saja, kalau diberikan hak bersuara bahkan secara menyeluruh menolak, apalagi ini setiap bulan gaji dipotong Rp.150 ribu, kalau bicara zakat itu justru kami lebih suka menyerahkan kepada orang yang kami anggap lebih berhak daripada kita tak tahu penggunaannya"ungkapnya kecewa.

Reporter Arif Wahyudi


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar